Benarkah Menstrual Cup Berbahaya ? Berikut Mitos Tentang menstrual cup Yang Salah

Gambar oleh PatriciaMoraleda dari Pixabay

Saat ini penggunaan menstrual cup sedang populer dan menjadi perbincangan hangat. Selain ramah lingkungan menstrual cup juga dianggap memiliki banyak manfaat lain seperti lebih higienis serta dapat digunakan berulang-ulang. Namun ada beberapa orang yang  masih merasa takut atau ragu menggunakan menstrual cup. Berikut ini adalah mitos seputar penggunaan menstrual cup yang tidak perlu ditakutkan bagi wanita:

Dapat merusak selaput dara pada vagina

Selaput dara merupakan lapisan tipis yang terletak pada bukaan vagina. Karena sangat tipis seringkali perempuan tidak menyadari ketika lapisan ini robek. Adapun beberapa aktivitas sehari-hari seperti bersepeda, olahraga dapat menyebabkan selaput dara robek. Oleh sebab itu penggunaan menstrual cup tidak hanya menjadi faktor utama penyebab rusaknya lapisan selaput dara.

Sulit buang air kecil

Perlu diketahui bahwa saluran untuk urin dan darah saat menstruasi itu berbeda, oleh karena itu penggunaan menstrual cup tidak akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari khususnya pada saat buang air kecil.

Darah mengalir kembali ke rahim

Beberapa orang beranggapan bahwa ketika menstrual cup sudah penuh dan tidak segera diganti atau dibuka maka darah haid akan mengalir kembali ke rahim. Hal tersebut adalah mitos, memang benar menstrual cup harus dibuang setelah 12 jam tetapi darah tidak akan mengalir kembali ke rahim.

Meskipun penggunaan menstrual cup pada awalnya terasa tidak nyaman namun benda ini sangat aman dan tidak perlu merasa khawatir dengan mitos-mitos yang beredar ya. Yuk ladies segera beralih ke menstrual cup, tapi jangan asal pilih menstrual cup yah. Pastiin menstrual cup yang kalian pilih sudah tersertifikasi FDA yah ladies. Rhea cup adalah brand menstrual cup Indonesia yang sudah tersertifikasi FDA yang pastinya aman buat digunain.

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
sharing is caring